Penghasilan Seorang Barber

Barber (istilah kerennya) atau biasa dikenal tukang cukur mempunyai beberapa sistem pendapatan. Seperti sistem Gaji, Bagi hasil, Setoran, dan Kombinasi.

Ayo kita ulas satu per satu.

1. Sistem Gaji Pokok
Seorang Barber (Bisa cukur, keramas, kerik, pijat) biasanya mempunyai level gaji diatas UMR setempat. Biasanya sistem ini dipakai oleh BarberShop yang sudah lama beroperasi, sehingga memberikan kepastian penghasilan untuk sang Barber.

2. Sistem Bagi Hasil
50:50. Pembagian hasil yang sangat besar diberikan untuk menghargai keahlian seorang Barber. Dengan sistem ini seorang Barber bukanlah menjadi Karyawan, melainkan Partner Bisnis sang pemodal. Semakin ramai BarberShop maka semakin tinggi penghasilan seorang Barber.

3. Sistem Setoran
Beberapa BarberShop mempunyai sistem yang “unik”. Dengan menghargai 1 kursi dengan harga yang variatif. Sistem ini sangat menguntungkan jika BarberShop sudah Ramai pengunjung. Misalkan saja dalam 1 hari mampu menangani 20 kepala dengan harga Rp.10.000/kepala, maka penghasilan bersih seorang Barber adalah Rp.130.000/hari atau Rp.3.250.000 dalam 25 hari kerja.

4. Sistem Kombinasi
Ini adalah sistem yang paling banyak dipakai BarberShop. Sistem yang dianggap “Win Win Solution” antara Pemodal dengan Barber. Sebagai contoh sebuah BarberShop memberikan gaji Rp.800.000/bulan ditambah 30% tarif /kepala. Misal dalam 1 hari sanggup menangani 20 kepala, maka penghasilan bersih seorang Barber dalam sehari adalah Rp. 60.000/hari atau Rp. 1,5jt + Rp. 800.000 = Rp. 2.3jt dalam 25 hari kerja.

Tulisan ini dipublikasikan di Tips. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *